The Ghost; Hantu dibalik Karya Autobiografi

Skandal, kejayaan, penderitaan masa lalu, dan hal-hal pribadi yang tak tersentuh oleh publik adalah syarat yang diperlukan oleh sebuah autobiografi untuk meledak di pasaran. Figur si tokoh dalam biografi itu sendiri, tentulah unsur mutlaknya. Selebriti, olahragawan, rockstar, maupun tokoh politik. Profesi yang disebutkan terakhir ini yang dihadirkan dalam novel The Ghost buah karya Robert Harris. Harris, yang belum lama ini cukup menarik perhatian lewat novel Imperium, kembali menawarkan dunia tulis menulis yang dibalut nuansa politik, namun kali ini ia membubuhi aroma thriller, dan konspirasi. Bagi pembaca yang mengharapkan unsur kejut dari pembunuhan, plot cepat dan meledak-ledak khas novel pop, siaplah untuk sedikit kecewa. Tapi tidak demikian bagi para pecinta konspirasi, apalagi minat pada politik karena The Ghost menyuguhkan isu-isu seruis seputar politik internasional  yang dituturkan dengan plot sedikit lambat namun penuh misteri tetapi cerdas.

Perang melawan terorisme. Demikian yang digembar-gemborkan para pemimpin dunia barat tahun-tahun belakangan ini. Amerika dan Inggris adalah garda terdepan dalam misi penuh kebiadaban ini. Tentulah tak ada perang yang menguntungkan, ekses negatif bagai gerbong yang membuntut. Pembunuhan, pengingkaran HAM, penyiksaan adalah sekian banyak kejahatan perang. Kejahatan peranglah yang menjadi benang merah dalam The Ghost. Adalah Adam Lang, seorang mantan Perdana Menteri Inggris, yang mencoba menyelamatkan sisa-sisa reputasinya melalui autobiografi yang sebenarnya tidak “auto”. Ya, ada penulis lain di belakang Adam Lang yang mencoba merekonstruksi ulang alur hidup seorang mantan negarawan ini. Ditengah cacian dan makian publik Inggris atas kebijakan perangnya, Adam Lang seolah menyongsong akhir karir politiknya. McAra, sang sekretaris pibadi berusaha menyusun autobiografi Adam Lang, namun ditengah penulisan McAra ditemukan tewas. Di sinilah kemudian sosok tokoh utama muncul dengan narasi sebagai ”Aku” sang penulis bayangan menggantikan McAra. Aku, si penulis bayangan ini ternyata menyibak berbagai misteri  masa lalu Adam Lang dari manuskrip milik McAra. Apakah kebijakan Inggris yang selalu mendukung Amerika ada kaitannya dengan masa lalu Lang yang dekat dengan agen CIA? Bagaimana mungkin seorang artis kampus di Cambridge, gemar berfoya-foya dan tukang gonta-ganti wanita sekelas Adam Lang dapat terjun ke dunia politik?

Konspirasi yang mungkin sudah akrab dengan telinga kita. Ada Amerika, CIA, perang, dan pembunuhan. Memang terdengar tidak terlalu istimewa. Namun The Ghost memiliki nilai plus dan sisi lain dari sebuah novel pop: deskripsi yang kuat mengenai seluk beluk kehidupan sehari-hari seorang mantan perdana menteri, sisi manusiawi, pesona, dan relasi suami istri  yang kompleks dalam sebuah keluarga negarawan. Salah satu elemn penting yang tidak bisa dilewatkan dalam buku ini adalah perkenalan kita dengan profesi Ghostwritter. Tentutulah kita tidak akan menyangka bahwa mungkin saja autobiografi sekelas Cristiano Ronaldo, Valentino Rossi,  Paul McCarthy, atau Barrack Obama sekalipun sebenarnya ditulis oleh seorang Ghostwritter.

Setidaknya novel ini mampu mengobati antusiasme pembaca yang menaruh minat pada politik dan sisi gelap dunia penulisan. Memang tak sehebat masterpiece Harris, Imperium, tetapi buku ini patut masuk list: ”buku dibaca kala senggang”. Konon buku ini adalah sindiran pada mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: