Saatnya Menengok Talenta-talenta Lokal

Laga melawan Arema tadi sore di Si Jalak Harupat menandai berakhirnya langkah Persib di kompetisi tahun 2009-2010. Meski tidak lolos ke semifinal Piala Indonesia, Persib melakukan pertandingan terakhir dengan cukup memuaskan. Kemenangan 2-0 atas Arema tentu sangat layak di apresiasi positif oleh segenap bobotoh.

Finish di posisi ke-4 di ISL dan masuk 8 besar Piala Indonesia, meski tidak terlampau membahagiakan, namun patut untuk disyukuri. Tentunya dengan berbagi catatan di sana-sini. Rasa terima kasih sudah selayaknya pula kita sampaikan pada jajaran pemain, pelatih, official, dan manajemen atas segala kerja kerasnya.

Terlepas dari gelar juara yang tak kunjung (belum) dicapai, dua hingga tiga tahun terakhir ini prestasi Persib sudah terhitung membanggakan dan menjadi hiburan tersendiri bagi insan pecinta bola di tanah air. Entahlah apakah hal tersebut bisa disepakati oleh semua pihak, tapi satu hal yang jelas bahwa dua tahun terakhir Persib sudah bisa bertahan di papan atas dan menggaet sponsor yang menjanjikan. Ini sudah merupakan pondasi positf untuk musim mendatang.

Lalu, adakah catatan positif itu akan terus berlanjut ? atau mungkin berganti dengan catatan buruk? Saya kira untuk menjawab pertanyaan ini perlu kesiapan matang dari pihak manajemen. Berbicara mengenai manajemen Persib, maka kita akan dihadapkan pada segudang problematika. Tapi salah satu hal yang paling nyata dan paling dekat adalah perburuan pemain untuk skuad tahun depan. Membahas perburuan pemain, baik itu di kompetisi Eropa maupun di kompetisi kita, pastinya akan selalu menjadi pembicaraan hangat.

Dalam artikel ini saya hanya ingin sedikit berbagi mengenai talenta-talenta lokal yang mungkin layak ditengok oleh skuad Pangeran Biru. Lalu, kenapa mesti talenta lokal yang dikemukakan ?? saya pikir, belakangan ini banyak potensi-pontensi lokal yang mulai bermunculan, baik itu yang muda maupun dalam usia yang sudah matang. Khusus untuk Persib, sepertinya harus pula melirik talenta-talenta asal Priangan yang mampu bermain baik di klub-klub lain. Dan satu hal yang perlu juga diingat, bahwa optimalisasi pemain lokal secara tidak langsung dapat turut berandil mengembangkan sepakbola nasional. Efek lebih jauhnya lagi adalah turut membangun prestasi tim Nasional Indonesia di kancah Internasional. Berikut sedikit catatan saya tentang pemain-pemain lokal yang mungkin layak masuk daftar incar di transfer windows.

Wildansyah & Munadi (Persib)

Sebelum memasukkan pemain baru, ada baiknya skuad Persib mempertahankan keberadaan Wildansyah dan Munadi. Dua pemain ini memiliki pontensi besar untuk jadi pemain masa depan Persib. Wildansyah mampu bermain baik, bahkan cenderung rapi dan minim kesalahan. Nilai plusnya Wildansyah memiliki kepercayaan diri tinggi sekalipun bermain dalam pertandingan-pertandingan besar. Ia mampu bermain efisien, tipikal bek-bek modern saat ini. Bahkan, klo boleh membandingkan, saya lebih memilih Wildansyah ketimbang Rene Martinez. Kelemahannya postur tubuh yang tidak terlalu tinggi. Sementara Munandi sudah cukup memberikan bukti dengan menyabet gelar Pemain Terbaik untuk Kompetisi U-21 Indonesia. Munadi adalah pemain yang punya visi di lini tengah, memiliki tendangan jarak jauh yang bagus, juga punya crossing yang lumayan. Mungkin hanya butuh sedikit polesan untuk dapat membentuknya menjadi pemain yang unggul. Munadi cukup menjanjikan untuk menggantikan peran Hariono jika sewaktu-waktu terjadi cedera. Poin plus lainnya, pemain-pemain muda hampir pasti selalu memiliki motivasi tinggi.

Tantan (Persitara)

Memang sudah tidak muda lagi tapi sudah layak jika dikatakan matang. Pemain kelahiran 6 Agustus 1982 ini memiliki catatan yang cukup baik. Tantan mampu mengemas 11 gol bersama Persitara, padahal klub yang dibelanya harus terjun ke jurang degeradasi. Bermain dalam tim yang ”pas-pasan”, Tantan mampu tampil sebagai sosok yang menonjol, bahkan tidak jarang tampil sebagai inspirator bagi timnya. Tantan memiliki akselerasi yang baik, mampu bermain di sayap lalu menusuk ke jantung pertahanan. Ia memiliki eksekusi tendangan bebas yang cukup baik, sering golnya terlahir dari tendangan-tendangan bebas. Secara fisik ia gempal yang mengingatkan kita pada sosok Wayne Rooney.

Jajang Mulyana (Pelita Jaya)

Tidak tampil impresif bersama Pelita Jaya, namun pemain asli Sumedang ini adalah representasi bakat-bakat lokal Priangan. Masih berumur 22 tahun membuka peluang baginya untuk terus mengembangkan diri. Jajang mampu mengemas 5 gol bersama klubnya. Sayang, mungkin karena prestasi Pelita yang melempem, pontensi Jajang seolah tenggelam. Keunggulan Jajang adalah bola-bola udara. Ia tipikal striker pemantul bola yang mampu menjadi targetmen. Untuk gaya permainan yang mengandalkan crossing, kehadiran Jajang mungkin bisa sangat berguna.

Usep Munandar (Persisam)

Saya kira Usep masih layak diperhitungkan sebagai salah satu bek terbaik hasil binaan Persib. Prestasi Usep bahkan cukup membanggakan bersama tim-tim besar. Sebut saja PSMS dan Persik. Tidak ada salahnya Persib kembali mempertimbangkan kembali kehadiran Usep Munandar. Akan cukup mumpuni barangkali ketika Usep mampu digabungkan bersama Nova dan Maman. Bersama Persisam, nampaknya Usep kurang terpantau oleh media. Menurut hemat saya, talenta sekaliber Usep masih cukup menjanjikan buat Persib.

Eki Nurhakim & Markus Bahtiar  (Persijap)

Eki Nurhakim mampu bermain gemilang bersama Persijap. Pemain kelahiran tahun 1983 ini, bisa dibilang telah mencapai usia emasnya tapi belum terlampau tua. Di ISL, Eki berhasil mencetak 9 gol. Untuk ukuran striker lokal, Eki termasuk produktif. Hebatnya di awal musim Eki bukanlah striker inti Persijap. Barulah di pertengahan kompetisi Eki mampu menunjukkan potensinya. Beberapa gol Eki dicetak pada laga-laga krusial dan menentukan. Tidak jarang Eki berperan sebagai pemecah kebuntuan timnya di akhir-akhir pertandingan. Satu pemain lainnya yang layak pantau adalah Markus Bahtiar. Masih 23 tahun, relatif muda namun Bahtiar dapat menjalankan perannya sebagai stopper yang tangguh. Bahtiar adalah pemain yang lugas, cepat, serta posturnya sangat ideal. Gaya mainnya mirip dengan Nova, di samping posisinya pun sama di stopper kanan. Bahtiar cukup prospek sebagai bek muda. Bukan tidak mungkin jika suatu hari ia dipanggil tim nasional.

Yongky Aribowo (Persik)

Pemain asli kelahiran Tulungagung 21 tahun yang lalu ini merupakan salah satu pemain muda yang paling menonjol penampilannya. Selama musim lalu Yongky mampu mencetak 7 gol di kompetisi ISL, sementara di kancah Piala Indonesia mampu mengantarkan klubnya masuk babak semifinal dengan kontribusi empat golnya. Pemain muda sekaliber Yongky patut kita tunggu aksinya di tim nasional. Saya kira hanya menunggu waktu baginya untuk bisa menembus skuad senior tim nasional Indonesia. Yongky memiliki kemampuan komplit sebagai striker: akselerasi cepat, positioning yang baik, eksekusi di kotak penalti yang mematikan, serta kecerdasan dalam memanfaatkan bola-bola udara. Bukan tidak mungkin Persik akan mempertahankan mati-matian pemain sekelas Yongky Aribowo.

Feri Ariawan (Persiba)

Talenta muda asal Surabaya ini mampu memincut publik Balikpapan. Sering muncul sebagai pemain pengganti namun mampu berkontribusi maksimal kepada tim. Menjalani 28 laga, Feri mampu mengemas 7 gol. Posisinya sebagai gelandang serang mampu dioptimalkan dengan baik. Feri mampu berperan sebagai penyerang lubang yang sangat berbahaya. Memiliki kecepatan dan teknik yang bagus. Salah satu hal yang patut menjadi catatan adalah determinasinya untuk mampu bersaing di tim inti yang sudah dihuni oleh peman sekelas Robertino dan Julio Lopez. Hebatnya ia sudah mampu mengantarkan timnya ke posisi tiga musim ini. Sungguh menjadi torehan positif bagi Persiba dan Feri.

Zulkifli Syukur & Dendi Santoso (Arema)

Seandainya Persib mampu merekrut dua atau salah satu dari pemain ini nampaknya kebutuhan akan gelandang sayap kanan (selain Gilang) akan terpenuhi. Seperti kita tahu gelandang kanan menjadi masalah bagi Persib ketika Gilang absen bermain. Wildansyah mampu bermain baik tapi kurang dari segi ofensifitas. Zulkifli Syukur merupakan talenta lokal yang melejit tahun ini. Polesan Rene Alberts memang mumpuni, kehadiran Zulkifli mampu menyuplai bola-bola crossing yang baik untuk lini depan Arema. Gaya main yang khas sebagai bek sayap modern saat ini, mampu bertahan dan menyerang dengan baik. Mengingatkan kita pada vitalnya peran Ashley Cole di Chelsea. Zulkifli sangat cocok dengan Arema yang menerapkan pola 4-4-2. Sementara itu, rekannya Dendi Santoso menunjukkan penampilan yang memukau bersama Arema. Terhitung amat belia, yakni 20 tahun, Dendi sudah mampu mengemas 6 gol bersama Arema. Mampu memback up peran M. Ridhuan dengan baik. Lagi-lagi merupakan contoh winger modern. Dengan 6 golnya Dendi membuktikan bahwa ia adalah pemain sayap yang memiliki finishing touch yang bagus. Adakah kita masih ragu dengan potensinya ?

Ada satu nama lagi yang layak masuk daftar, yakni Boaz T.E. Salossa. Semua sudah tau talentanya, akan sangat menarik jika ia bisa berseragam Persib musim depan. Namun tanda tanyanya apakah manajemen mampu menggaet Boaz yang terkenal setia dengan Persipura. Sungguh pemain sekelas Boaz akan sangat dinanti oleh publik Bandung. Adapun khusus untuk pemain asing, nampaknya kita semua sepakat jika saja Suchao kembali publik Bandung akan lebih dari puas untuk menerimanya kembali.

Demikianlah kiranya beberapa nama yang layak untuk dilirik Persib, paling tidak menurut kacamata saya pribadi. Bagaimana pendapat rekan-rekan bobotoh lainnya ? mari saatnya kita ikut berbagi dan bertuang ide sekedar wujud kecintaan kita pada Persib.

H.G. Budiman (Penggila bola & Bobotoh Persib)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: