Berkaca (Kumpulan Puisi I)

 

TV

dunia dalam kotak penuh warna
mengganggu isi kepala
cemas menunggu mimpi
hadir dalam kemasan 21 inchi

Hary G. Budiman, 12 oktober 2008

***

“Kala Pagi”

tajam pisau menyapu tumpukan janggut tak terurus
menusuk mata pada sekeping cermin
tampak menua
menua menanti maut di penghujung hari
seberkas wajah
polos berganti layu dilahap dosa
pagi serasa senja menuju lelap lalu mati kemudiaan
serangkai mozaik menanti keping terakhir terpasang
betapa tak arti waktu terbuang
dikala raut muka halus nan berseri menanti sang gadis pujaan
dikala wajah polos baru tahu cinta
dikala raut tanpa dosa penuh bedak dan disisiri bunda

apa cermin memakan mudaku ?

 

Hary G. Budiman, 16 Desember 2008

***

“Sisa kopi Pahit”

abu mengudara dan asap selimut kita
tertawa sampai menangis
pekat malam bisu sehitam kopi setengah cangkir
pecah sumbang suara dan denting tak karu
kita tiada wanita
tapi bacotmu kawan, membujang seolah bahagia
seteguk berhenti
membacot kembali tak ujung jua
semua kita sahabat
rindu lelucon usang
menyeret subuh
pahit sisa kopi seteguk
membanyol kita bersama

tentu ruang berbatas waktu
mungkin tak lama ku diam
lalu bersama pagi
esok tempatku tak berisi
kosong

adakah kopi pahit
kembali temukan kita di senja hari
ku yakin
tua renta masih
kau membacot tak henti
dan kita kawan, menangis haru dalam tawa

H.G Budiman, 29 Desember ’08

***

“sore”

Langit sore memerah
penuh pasti mentari esok tak beda
jalan yang sama
terpuruk di ujung ruang memori
tanpa bosan tampakkan wajahnya lagi
kemudian rumput melambai
“hai kawan, sudahkah kau ganti sepatu jebolmu?”
dan dinding mencemooh
“murung wajahmu ganggu suasana senja”
tapi selokan selalu apatis
“beginilah hidup…ikuti saja kemana larinya”
langkah dan langkah teraduk bersama
awan semerah darah
lalu malam masih
enggan hidangkan kawanan bintang

H.G. Budiman, 1 januari ’09

***

“Belukar”

celoteh rekat berpadu belukar
bertilam hangat rerumputan
kisah dan cerita menggantung
mengangkasa pada dedaun sepoi-sepoi
di sudut jauh hingar bingar
bersama sahabat pasti
lepas kuasa sesak
jatuh sisa awan pagi
sebentar sisakan kesempurnaan hening

H.G. Budiman, 7 Januari ’09

***

 

by peewee gonzoid, http://www.toonpool.com

“Petualang Malam”

Dingin Bandung malam hari
menyaji dunia lain di atas dunia
sakit hati tenggelam
berpendar bintang gemintang
di atas keras aspal
melaju, menantang
raga tak habis di makan angin
muda tak surut,
pasang gelombang emosi meraja

H.G. Budiman, 19 Januari ’09

***

“memori kemesuman”

Ada kalanya
wanita menaung dalam kepala
tak seberapa rasa saat pertama
tapi elok cipta Tuhan
kuasa tanpa cela
tatap berulang menjadi candu
pada lekuk ajaib wanita
liuk-liuk membangkit hati
retak bendung karena
tubuh menggemuruh

hasrat mendidih-didih
emosi tumpang tindih
murni tak lagi bicara
tersesat dalam letup nafsu
kemaksiatan pasti
mata malapetaka
ajak selami imaji sendiri

H.G.Budiman, 25 Januari ’09

***

“Malam di Jatinangor”

lama sudah
tak kucium bau malam di jatinangor
haus pandang
pinggang-pinggang
berlalu-lalang
berwangi-wangi
gadis-gadis baru mandi
pria-wanita bergandeng
jadi pait mata bersantap

selalu
rindu menanti
pinggul montok
celana ketat
bergentayang sana-sini

makan malam suka-suka
sambil cakap-cakap sok pintar
bincang-bincang masa muda
tak tentu arah
hingga asap penutup
mengepul manis di mulut

H.G. Budiman, 16 maret ’09

***

Gembel

lampu-lampu sendu
jejeri malam muram
tawa terbang ke sarang
pundak-pundak rebah diri
manusia lelah berselimut gelap sunyi

ku gembel setubuhi jalanan
tak ada bising mesin ku punyai
melulu tumpangi aus sandal berbau sepi
nyalang anjing separuh bulan pertanda hari ini
sedikit warna terang pada remang-remang para penjaja

ku gembel jamahi semak berduri
berlembar tahun terisi: pohon, aspal,
trotar yang itu-itu. juga hafal bau panas debu
gegas langkah jumlah daun-daun lepas dari induknya
dongeng kaum-kaum papa di hari mendung tiada bertanya

ku gembel kasihani sendiri
tak perlu diibai manusia-manusia tinggi
karena ku kenyang dengan beribu tanya di hati

H.G. Budiman, 11 April ’09

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: