Sensasi (Kumpulan Puisi IV)

“gugup”

sekedip beribu kata ku merasa
tak tegur tak bicara
bahasa bukan ruang bagi kita
bahkan kulitmu tak kuasa kujamah
dimakan nafsu ku menunggu
tapi meluluh oleh polosmu
pegal terjepit angan sendiri

tak bisakah kau yang mulai?
kau mulai…
pergi ku menjauh
tak tau satu dan lain maksud
kembali mata kita yang bertukar sapa

H.G Corleone, 22 Desember

***

“Redup”

inikah ektase kesakitan ?
kenang selalu ingin bersua bersama perih
kesemutan badanku mungkin sakit
tampak sejoli berpaut beriring
sayang
tentu itu kau
sayang
kau pegang bukan tanganku
sayang
tersenyum kau begitu bahagia
pahit buahnya untukku

tak ada mata kita bicara kembali
kau jauh sesak dekatku
ambruk, amuk
tak daya tak upaya

H.G Corleone, 22 Desember ’08

***

“Aku Ingin”

Aku ingin secermat Herodotus
Aku ingin secerdas Odysseus
Aku ingin semenawan Paris
Aku ingin setangguh Achilles
Aku ingin setegar Hector
Aku ingin seangkuh Alexander

Aku ingin dunia takluk
Aku ingin …
Aku ingin …
Aku ingin …

Aku ingin segala
Sebelum Homerus membimbingku menerjunkan titik

PS: ditulis ketika lelah mata, raga, dan pikiran sulit menyatu

H.G. Budiman. 8 november ’09

2 thoughts on “Sensasi (Kumpulan Puisi IV)

  1. anang nurcahyo mengatakan:

    puisinya mantab.. lanjutkan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: