Tahrir

Saudaraku,
Kita tak rela rahim peradaban jadi puing kecongkakan
Kita tak rela sungai penghidupan berderai-derai ratapan
Kamu, kita semua menistai pembudakkan kuasa bersekutu setan

Biarlah sungai itu,
sungai dimana makhluk mentafakuri Yang Maha
biarlah sungai itu
menelan yang lupa,
menyurutkan tamak yang banjir,
menyapu sepatu besi yang keropos

Saudaraku,
Kami tahu Tahrir mendidih
Itu tombak sudah meruncing memanas
ayunkan pada lalim berkarat

di sana kalian memulai, kami segera…

 

H.G. Budiman, 4 Februari 2011

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: