Karakter Tim

Aksi Persipura yang mampu menahan imbang South China di penyisihan grup AFC Cup (2/3) agaknya bisa menjadi bahan pembelajaran yang berharga. Di situ, di laga Persipura melawan South Cina, carut marutnya sengketa PSSI seolah bukan apa-apa, toh sepakbola dilapangan memang punya bahasa tersendiri. Kita  boleh saja pusing, bingung, terkadang  frustasi dengan Nurdin yang begitu betah di kursinya, namun manakala kita sejenank menyaksikan sepakbola sebagai sebuah atraksi dan hiburan, maka kekesalan itu berada di ruang yang berbeda. Memang, boleh jadi buruknya prestasi adalah buah dari manajerial dan pembinaan yang buruk, tetapi ketika bola bergulir dan pemain bertindak berdasarkan hukum sportifitas, kita tak perlu risau; nikmati dan saksikan pertandingannya. Paling tidak kalimat tersebut bisa kita sematkan pada pertandingan Persipura di AFC Cup dan  Perjuangan Arema di Piala Champion Asia.

Sedikit banyak kita bisa berbangga melihat perjuangan Persipura dan Arema. Betapa tidak, kedua  tim tersebut menunjukkan semangat juang dan disiplin tinggi yang baik. Arema takluk 2-1 dari Cerezo Osaka, sementara Persipura mampu menahan imbang tim besar asal Hong Kong, South China. Mereka, suka atau tidak suka, sama-sama mewakili sepak bola Indonesia. Dan bagusnya, kedua tim tersebut bukan semata-mata menunaikan kewajibannya di kancah internasional, yang sering kali menjadi lumbung gol tim-tim lain, tetapi menunjukkan semangat juang dan kengototan, sekalipun melawan tim-tim besar Asia Timur yang (biasanya) berada setingkat lebih baik dari klub-klub indonesia.

Arema mampu bermain rapi, disiplin, dan bermental baik ketika melakukan pertandingan tandang ke Osaka-Jepang. Ahmad Bustomi dan kawan-kawan rasa-rasanya layak memperoleh hasil lebih dari pertandingan kemarin. Lini belakang cukup solid, lini tengah dan depan saling mengcover pertahanan. Adapun serangan balik, mampu dijalankan dengan lumayan. Anak-anak Arema tidak menjadi bulan-bulanan, tetapi nyaris membuat frustasi lawan ketika skor masih 1-1.  Mental yang kuat dan disiplin tinggi begitu terasa di laga itu. 4-4-1-1 yang khas dari coach Rene masih nampak di tangan Janu; ada speed (Kecepatan Ridhuan dan Amirudin di sayap Kanan dan kiri), ditopang oleh power dan konsentrasi (Bustomi, Purwaka Yudi dan Waluyo: segitiga pertahanan lini tengah dan belakang yang solid). Karakter tim Arema memang khas, dan itu masih melekat.

Di sisi lain, Persipura menunjukkan fighting spirit yang tidak kalah dengan Arema. Jackson terlihat memiliki strategi yang nyetel dengan anak-anak mutiara hitam. Sekalipun mereka bermain tandang, menghadapi tim yang dihuni Kezman dan Nicky Butt, dan diteriaki fans lawan, Persipura masih setia dengan ciri khasnya. Mereka tanpa ragu tampil normal; umpan-umpan pendek yang menawan, kecepatan yang rata-rata hampir dimiliki oleh semua pemain, skill penguasaan bola yang baik, dan didukung oleh penyelesaian akhir ala Boaz. Persipura akhirnya mampu menahan imbang lawan, meski sebetulnya mereka lebih layak memenangkan pertandingan.  Memang sudah bukan hal asing bagi kita, bahwa persipura, di mana pun mereka bertanding selalu menunjukkan mental yang baik. Di liga Indonesia pun, pertandingan tandang dan kandang bagi Persipura seolah tidak ada beda. Sekali lagi, Persipura punya ciri khas atau karakteristik dengan mental yang kuat, skill dan kecepatan pemain-pemainnya.

Lalu, apa yang bisa kita petik dari dua tim itu? Jawabannya banyak, hanya saja kita bisa melihat faktor-faktor penting  yang mendasar, antara lain faktor daya juang, mental dan karakteristik tim yang begitu terasa. Baik Arema, maupun Persipura, keduanya mampu memperlihatkan faktor-faktor tersebut sekalipun lawannya setingkat lebih baik dan sekalipun dalam intimidasi fans lawan. Akhirnya, tingginya skill bukan lagi menjadi faktor utama. Arema serta Persipura,  dari titik ini sudah punya modal untuk berprestasi, maka faktor-faktor tersebut; daya juang, mental, dan karakteristik tim jika ditampilkan secara maksimal mampu menjadi penawar yang ampuh ketika hasil yang dicapai tidak sesuai harapan. Saya kira, melihat pertandingan kemarin, saya bisa menjamin bahwa para fans Arema dan Persipura tidak akan tertunduk lesu dan terluka dengan hasil, toh mereka disuguhi tontonan yang luar bisa.

Kini kita pun tahu, untuk menjadi juara, sebuah tim harus memiliki paket tersebut. Pertama, daya juang; muncul dari kepandaian pelatih membangun motivasi dan membangkitakan kepercayaan diri. Kedua, mentalitas; faktor ini tentu merupakan hasil atau efek dari terbentuknya kepercayaan diri. Ketika intruksi pelatih mampu berjalan baik dan sesuai skenario, maka dengan sendirinya mentalitas yang kuat pun ikut terbentuk. Mentalitas ini terkait pula dengan faktor ketiga; karakteristik tim. Karakteristik tim dengan mentalitas yang kuat mampu terbangun ketika skuad dihuni oleh pemain-pemain yang memang sudah berkarakter. Tengok saja Persipura, hampir semua pemainnya, atau sebutlah didominasi oleh pemain yang sudah memiliki gaya permainan keras dan ngotot. Begitu pun Arema, siapa yang masih ragu dengan anak-anak muda di Arema. Ada Bustomi, Purwaka Yudi, Beny Wahyudi, dan permainan keras ala Makasar yang dimiliki Zulkifli, ditambah lagi pekerja keras Eropa Timur dari Roman Chmelo, serta sradak-sruduk-nya Noh Alam Syah.  Kesemua pemain melengkapi untuk memberi warna dominan dalam karakteristik tim.  Kalau berkaca ke luar negeri, kita bisa melihat Barcelona yang didominasi oleh pemain-pemain mungil dengan passing dan speed yang luar biasa.  Dengan demikian, seberapa beragamnya pemain, tentunya untuk menjadi juara atau berperestasi diperlukan keseragaman yang harmonis.

 

H.G. Budiman (Penggila Bola)

One thought on “Karakter Tim

  1. Idi suwardi mengatakan:

    Banyak blogger tapi tidak seperti anda simple dan setiap tulisannya sangat bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: